Secret Of Sky

Wa lam akun bidu'aaika robbii syaqiyya (Q.S. 19:4)

3 notes

'Random Think' Hari Ini

Early warning: tulisan ini murni hasil pikiran saya yang melompat kesana-kemari hari ini.

Saya baru saja terbangun dari jatuh tertidur di atas karpet ruang tengah, dan bahkan tidak sepenuhnya yakin sadar saat menuliskan ini..

Setelah ibadah pagi tadi, saya me-review catatan keuangan pribadi bulan lalu. Tadinya saya masih mengerinyit melihat beberapa pengeluaran tidak perlu yang saya lakukan, dan target saving yang tidak tercapai. Tapi beberapa saat kemudian ekspresi saya berganti sebuah cengiran lebar demi menyadari bahwa ada pengeluaran yang saya kira belum dimasukkan sebelumnya, ternyata sudah dihitung. Oke, ternyata saya berhasil menabung cukup banyak bulan lalu, yeay! :D

Nah, untuk teman-teman para pengguna android, saya merekomendasikan aplikasi ini untuk merekam arus kas keuangannya. Mudah digunakan dan oke banget deh pokoknya! Hehe..

Ohiya, ternyata hampir 40% dari pengeluaran saya habis untuk transportasi. Bagaimana dengan kamu?

Mari dilanjutkan. Ngomong-ngomong soal duit, saya jadi ingat suatu percakapan saya dengan adik perempuan saya satu-satunya. Saat itu karena sesuatu saya berujar, “Dek, kau harus belajar jadi orang susah, nanti tidak ada (laki-laki) yang mau,” Hahaa.. Oke, adik saya mungkin masih panjang prosesnya menuju wanita dewasa. Percayalah, kalau teman-teman menganggap saya kekanakan, maka adik saya yang usianya terpaut 3 tahun itu itu jauh lebih childish dariipada saya :3 *bukan sok dewasa*

Potongan percakapan itu pun membawa kenangan obrolan saya dengan seorang senior, masih dengan topik yang sama. Kata beliau waktu itu, “iya, Ilma, jadi di grup xxx dikasih tahu kalau suami sebaiknya tidak men-downgrade kehidupan istrinya pasca menikah,”. Saya bertanya lugu waktu itu, “iya kah, Kak?” “Iya, coba, misalnya Ilma mau jadi hidup susah setelah menikah, enggak kan?” Saya nyengir saja, “yaa, gapapa sih, Kak, asal gak lama-lama, hahaa..”

Percakapan itu berakhir dengan, “eh, kalau gitu kasihan para perempuan yang dari kecil tertakdir hidup berkecukupan dong, Kak, ntar banyak yang gak pede buat ngelamar,” Dijawabnya menggantung, “yaaa, nggak gitu juga,”

Hal ini, membawa saya ke nasihat papa bertahun silam, “lelaki yang sayang keluarga itu pasti mau kerja keras demi memastikan keluarganya hidup layak,”

Kemudian, pikiran saya berlari ke tempat lain. Di suatu grup ada pembicaraan tentang rekomendasi sesuatu, kemudian seorang teman mengeluarkan analogi, “kita perjuangkan seseorang tanpa diketahui yang bersangkutan, kayak ngomongin jodoh, haha..”

Setelah membacanya, saya membatin sebelum bisa ditahan, “kalau untuk Ilma, sebaiknya bilang ke orang yang bersangkutan bila sedang memperjuangkan, supaya kita sama-sama tahu kalau kita sama-sama berjuang” #eaaaa

Hahaa..tapi ini beneran, guys. Mungkin diam-diam memperjuangkan itu memang baik, dan efek kejutannya (kalau berhasil) lebih membahagiakan. Tapi sepertinya kebanyakan perempuan zaman sekarang lebih butuh kepastian daripada surprise. Jadi kalau tanya pendapat saya, jika kamu sudah merasa ketemu calon partner hidup sepanjang hayat, katakan padanya, “I will make the best effort to get you, would you like to do the same?

Sekian random think hari ini, maaf kalau banyak ngaconya. Ada yang mau berbagi random think juga?

Filed under random

1 note

Bahwa membangun media harusnya tidak seperti membangun rumah makan, yang bisa begitu saja diserahkan kepada selera pasar.
Prof. Dr. Karim Suryadi, M.Si